MASA KECILKU
20:25 | Author:
Mengingat di masa kecil-ku yang seharusnya di timang oleh orang yang melahirkanku,
tetapi aku di timang oleh orang yang lain tetapi merekalah yang merawatku sejak aku lahir. Memang ibu kandungku hanya melihat diriku di masa bayiku saja dan itu pun tidak sampai aku tumbuh besar hingga masa kanak-kanak dia hanya melihatku di saat aku umur 1 bulan hingga 2 tahun saja. Masa kecilku itu sangat menyedihkan yang meninggalkan luka mendalam di hidupku, itu semua di mulai saat ayah kandungku pergi bersama ibuku menyewa kepada pemilik sebuah villa untuk beristirahat tetapi ibuku terkena rayuan gombal dari ayah kandungku dan akhirnya mereka berhubungan yang tidak semestinya. Tapi setelah beberapa hari kemudian ibuku sakit perut dan memeriksakannya ke dokter, tapi tidak tersangka akhirnya ibuku di dinyatakan mengandung aku. Di saat ibuku harus mengandung karena kenakalanya mudah terkena rayuan gombal dari ayah yang tidak mau mengakui, di saat ibuku meminta pertanggung jawaban dari ayahku namun ayahku malah menolak aku dengan spontan dan melarikan diri tanpa alasan dan ibuku tidak tau ayahku kemana. Dengan diam-diam ibuku menyembunyikan masaku di dalam kandungan dengan tanpa diketahui keluarga kandungku. Di saat ibuku akan melahirkan aku ibuku takut pada keluargaku dan merasa sungguh menyesal telah mengandung di luar nikah, dan di saat itulah ibuku kembali ke villa yang pernah ia sewa berdua dengan ayahku dengan perut yang membuncit dan cuaca hujan begitu deras serta waktu yang tidak bersahabat ibuku tetap berjuang untuk sampai di villa. Setelah sampai di villa ibuku mendapat pertolongan dari pemilik villa dengan cepat. Setelah aku lahir aku langsung diserahkan kepada pemilik villa oleh ibuku, dan disaat itulah aku ditinggalkan oleh ibuku dan hanya beberapa bulan sekali menjenguk aku. Memang sejak itulah aku langsung berpisah dengan ibuku ya meskipun berpisah tapi rasanya tetap bersama ibu sendiri, rasa yang menyedihkan adalah di saat saya berumur 3 tahun ibukandung saya sudah menghadap Tuhan YME. Sayangnya sampai sekarang saya belum pernah melihat ibu saya dengan kenyataan, tapi saya hanya pernah melihat ibu saya dengan foto profil ibu saya sangat sedih rasanya. Hal itulah yang membuat saya untuk terus berdoa dan belajar dengan pengalaman ini saya dapat mengerti apa arti hidup yang sebenarnya. Saya hanya mampu berdoa pada Tuhan agar Ia menerima di samping-Nya, serta saya hanya berkata dalam hati “selamat jalan MAMA!”
Meskipun saya tidak bersama ibu saya sendiri tapi saya harus tetap tegar menghadapi kenyataan dan saya harus tetap mengasihi, mencintai, menyayangi semua keluarga saya yang baru. Disinilah saya harus memulai hidup baru dalam segala hal, saya tidak ingin hanya tergantung pada orang lain, karena saya tidak ingin membuat ibu saya yang ada di atas Sana kecewa saya hanya ingin membuat semua orang bangga terhadap saya. Saya saat ini hanya bisa berdoa, berusaha, dan belajar dari kenyataan yang suudah terjadi sekarang, saya tidak mau membuat orang melihat saya sebagai anak yang dilahirkan di luar nikah. Saya harus menunjukan kepada mereka keunggulan saya, saya tidak mau melihat orang tua saya sekarang ini menderita meskipun sudah tua saya harus selalu membuat mereka tersenyum riang melihat saya. Entah apa yang harus kulakukan saat ini menhadapi semua ini, tapi aku sudah mengerti sekarang Tuhan yang menolong saya dengan rencana-Nya yang indah dan sempurna. Segala cobaan yang saya hadapi sekarang, saya anggap sebagai jalan atau jembatan pelajaran menuju kesuksesan, memang ini semua berat untuk dirasakan dengan hati menderita dan saya tidak mampu apa-apa. Saya tidak bisa menghadapi semua ini hanya dengan fisik saya sendiri, tapi saya harus menghadapi semua ini dengan mental kuat dan bantuan orang lain terutama orang tua yang terus mendampingi saya dengan doa-doanya. Saya harus mendapatkan pengalaman yang cukup untuk bekal saya di masa depan, satu yang saya inginkan saya sangat ingin mendapat beasiswa dari sponsor yang memang ingin membantu saya, agar saya bisa membantu sedikit orang tua saya yang sudah tua dan tidak mampu. Saya saat ini sedikit kecewa dengan ayah kandung saya sendiri karena sudah meninggalkan saya sendiri dan saat ini sesuai keluarga kandung saya di malang bahwa ayah saya menikah lagi. Saat ini saya berdoa agar Tuhan mengetuk hati ayah saya agar sadar apa yang sudah ia buat selama ini, saat ini saya tinggal di JL. Jeruk, No 38 Desa Songgoriti Kota Batu, Jawa Timur. Memang saya tinggal di rumah yang serba sederhana, tapi saya tidak pernah mengeluh atas semua ini malah saya bersyukur karena Tuhan masih memberi saya umur dan kesehatan kepada saya. Selama saya hidup di keluarga saya sekarang saya tak pernah merasa iri pada teman saya yang lain, saat ini saya sedang menderita sakit asma yang sering kambuh. Saya memang saat ini membutuhkan pertolongan orang lain untuk tumbuh dewasa peristiwa masa kecil saya. Saya saat ini sekolah di SMPK Widyatama Batu. Di sekolah ini saya yakin bahwa saya akan dapat pengalaman baru dan teman yang selalu mendukung saya dalam keterbatasan saya. Saya selalu ingin menciptakan semangat belajar yang tinggi, pengalaman saya di masa kecil akan selalu membuat saya berkembang menghadapi era globalisasi sekarang ini. Saya selalu merasa semangat ketika saya belajar terbayang wajah mama saya meskipun ia sudah tiada, saya juga selalu merasa bangga dengan ibu dan bapak saya sekarang ini karena merekalah yang sudah berjuang demi hari depan saya. Meskipun orang tua saya sudah tua tetapi saya selalu salut pada mereka. Itulah pengalaman saya di masa kecil saya yang indah.

Karya : PAULUS DANDY. K 7Che
Link ke posting ini
Tet.....tet......Bel sekolah berbunyi. Detik demi detik pikiranku masih melayang, pikiranku rasanya tidak bisa berhenti memikirnya, masih dapatku ingat sorot matanya yang tajam, saat ia menatapku. Dan saat ini masih teringat olehku saat itu.
Saat itu aku duduk di ayunan dan tanpa sadar dia datang, aku mencoba untuk menjauh, mendekati kakak sepupuku,karena aku rasa itu yang terbaik. Dan tahu apa yang dia katakan??, dia menyuruhku untuk duduk ayunan didepannya, dan aku mau tidak mau duduk di depanya . Aku kembali duduk di tempat mainan yang lain. Dia datang dan bicara sesuatu yang tak aku mengerti. Tapi aku terus menjauh.
Tapi setelah aku pikir dia sekarang berubah 180ยบ dan entah apa yang terjadi pada dirinya. Dan aku rasa itu sudah tinggal kenangan yang tak sempat terukir. Hari ini kami kembali ke Kota Batu setelah perjalanan yang jauh. Sampailah kami di Kota Batu yang dingin, dan menusuk tulang. Liburan panjang telah berlalu, murid kembali pulang tepat pada hari ulang tahunnya. Hari itu ingin kuputuskan untuk memberi ucapan selamat ulang tahun, tapi untuk apa nanti dia marah jadi aku putuskan memberi ucapan melalui facebook.
Hari terus berganti, setelah kemenangan kami kembali ke panggung untuk acara puncak dan entah sampai kapan dia akan berubah. Dia juga ikut latihan tapi tak pernah sedikitpun memanggil aku. Dia malah membuatku ya jealous ,dia semakin dekat dengan orang yang sangat dekat denganku. “APA COBA MAKSUDNYA??” ujarku dengan hati panas bagai api berkobar-kobar Dia malah membuatku semakin emosi karena dia mengajari bermain rubrik dan mereka sangat dekat .itu buat aku marah. Memang aku tak pernah mau dekat denganya tapi “GAK SEGITUNYA JUGA KALI!!!”. Dan saat pentas dimulai giliran kami saat lama, banyak sekali sambutan, dan dibelakang panggung dia malah tertawa dengan cewek yang “SOK CANTIK”. Memang aku terkadang bosan bertemu dengannya, tapi sehari saja aku tidak bertemu dengannya aku sangat bingung.
Setelah Pentas dimulai, kami dipersilahkan pulang, sebenarnya aku tak ingin pulang dan ingin tetap di tempat itu untuk tetap bisa melihatnya namun, karena orangtuaku sudah menjemput mau tidak mau aku harus meninggalkannya dan kembali pulang. Dan esoknya kami kembali ke sekolah katolik penuh dengan cerita cintanya masing-masing. Aku duduk bersama teman-teman yang hmm....aku rasa ”GILA” sedang membicarakan Kakak kelas ya semuanyalah. Tak pernah terbayang olehku bagaimana wajah manisnya saat tersenyum padaku. WALAUPUN HANYA SEBATAS MIMPI atau mungkin juga tak akan pernah.
Detik telah menjadi Menit dan menit-menit inilah yang mendebarkan.Aku harus pergi kekelasnya untuk membagikan konsumsi yang ya lumayan berat.'ya, inilah tugas seorang OSIS' . Dia hanya melihatku dan membuat aku semakin gugup, aku semakin kewalahan. Apapun yang dikatakan wali kelasnya membuatku kurang 'MUDENG'. Hari itu wali kelasnya membuatku malu, dan seakan seperti orang 'Oon' yang datang kekelas itu. Siang setelah acara itu rasanya aku ingin pulang segera agar dapat pulang bersamanya, ya paling tidak melihatnya sedikit saja
Pagi menjadi malam dan malam menjadi pagi. Bangun dan back to school. Disekolah dimulai dengan tambahan pagi, 'yah..gk bisa lihat dia'. Tapi aku cukup puas karena saat tambahan, dia masih lewat-lewat di kamar mandi, dan suara yang sedikit nge-bass dan sedikit berat itu membuat aku tertawa sendiri.
Sekolah selesai tapi ada satu hal yang tak bisa aku tinggalkan. BINA IMAN. Aku masih bisa melihatnya lagi....'hehehehehehe kesempatan dalam kesempitan'. Ya itu selalu aku manfaatkan. Aku pulang dengan cepat karena terkadang dia masih menunggu mobil jemputannya datang. Hari ini tugas ku kembali menumpuk dengan sejuta PR dan segudang catatan yang belum lengkap. Aku perlu meminjam catatan teman, aku kembali teringat lagu Kerispatih yang menjadi lagu kenangan denganya. Semua itu hanya seperti mimpi, apalagi saat dia mendekati aku.Semuannya semakin lengkap dengan seruan hujan diluar yang begitu menyentuh.,
Menit telah menjadi Jam dan Jam demi jam terlewati dan tampak tak berarti bila tak ada sosoknya disampingku., berharap hariku masih seperti yang dulu, tapi ternyata. “Apa??dek'e punya pacar??Dan arek koyo ngono iku pacar'e?” ujarku saat mengetahui bahwa dia sudah memiliki pacar.. 'P.L.A.Y.B.O.Y' itu pikiranku di benakku yang terus membuatnya menjadi musuh. Begitupun saat hari minggu salamku tak tulus padanya. Dan satu kata yang dia ucapkan “Ih....”
Ketika surya kembali bersinar, ternyata pada kenyataannnya dia jomblo dan rasanya seperti 'membelah atmosfir berlapis-lapis, terbang bersama paus akrobatis menuju rasi bintang paling manis'.Hari ini aku menulis status “Ingin rasanya aku meminta maaf akan kesalahanku hari ini, kemarin, dan slama-lamanya. “
Dan Jam demi jam berlalu dan menjadi Hari. Dan Hari ini bisa jadi hari terbaikku sepanjang hari. Yang pertama aku dapat hadiah dari ortu, yang kedua, aku dapat nilai ulangan bagus-bagus dan yang terakhir dia menatapku cukup lama. Rasanya seperti melayang ke angkasa.dan aku tak ingin dia pergi. Seketika itu juga aku memikirkan Paris ya, Kota paling romantis, dengan menara eiffel yang menjulang tinggi. Tapi semua terhenti hanya karena kecepatan mobil yang melaju dan membuat ia hilang bak ditelan bumi.
Hari ini dia tambahan pagi, kenapa akhir-akhir ini kita jarang bertemu ,setiap istirahat, kita jarang tatap-tatapn lagi, ini selalu saat aku tambahan dia tidak tambahan dan saat dia tambahan aku tidak dan begitulah seterusnya. Aku bingung. Hari ini aku dengar lagi bahwa orang yang mengaku menjadi pacar si x(dia) sudah memiliki pacar baru, brarti secara logika mereka benar-benar tidak pacaran, hatiku semakin yakin bahwa dia jomblo, betapa senang hatiku rasanya ingin terbang ke langit tertinggi.
Hari demi hari telah menjadi bulan, ketika sang purnama menghilang, begitupun dengan perasaanku yang mungkin mulai memudar. Tak tahu sampai kapan ini harus berakhir perasaan ku semakin tidak menentu.Aku merasa dia tak lagi peduli padaku, dia tak lagi mengerti keadaanku yang sekarang.Dan semua telah berbalik 2sahabatku telah menemukan apa yang mereka cari dan kini hanya tinggal aku dan seorang sahabatku yang semakin jauh dengan seeorang.
“Someone in my heart” itu kata beberapa orang. Dan aku rasa apa yang mereka katakan terjadi padaku dan sulit untuk dilupakan.
Bulan telah berganti menjadi tahun, ketika mungkin cinta ini harus berhenti walaupun hanya disini saya tapi paling tidak mengerti sedikit tentang hariku dan sedikit saja kamu mengerti perasaaan hati yang terpendam ini. Tak ingin aku membuatmu kecewa.
Mungkin sudah habis kata untuk membuatmu percaya bahwa aku suka padamu, Aku kembali di ingatkan akan pertanyaanya padaku “Bener gak yang dibilang anak-anak kemaren.?” begitu gentle. Dan dia tak malu saat aku menjawab”Gak tuh..!!”Dan sebenarnya jawabanku ini tidak jujur.
Dan semua Kenangan itu, hilang begitu saja setelah aku mendengar kabar bahwa Dia telah”menembak” seorang kakak kelas yang aku rasa memang canti dan mais, dan aku sangat terpukul karena aku rasa tak ada berita dan ternyata begini hasilnya. Tapi entahlah kebenarannya karena aku hanya mendengar dari sahabatku.Dan aku rasa kebenarannya 50% itu semua karena yang menyampaikan pesan itu adalah orang lain dan bukan dia sendiri, jadi aku masih belum percaya 100%.
Tapi satu yang tak masuk akal anak seperti dia bisa berkelahi?? aku rasa tidak. Tapi aku mendapat informasi dari guru yang mengatakan bahwa dia tadi terpancing emosi, yah... itu masalah biasa. Tapi selama dia mau memaafkan tak ada salahnyakan. Apalagi besok aku tak akan bertemu dia. Walaupun terkadang aku merasa dunia tak adil aku selalu berharap, dia milikku.
Kemarin saat aku menulis cerpen ini aku kembali teringat kejadian tadi pagi saat aku ada Tambahan matematika dia melihatku, dan dia melihatku di balik pohon, dan yang kedua saat aku akan pulang aku mampir sejenak ke kantor dan tebak apa yang aku lihat dia lewat di depatku dan menatapku dan aku melihatnya tanpa henti
Dan hari ini hari terakhir aku menulis cerpen ini dia masih terus ada dibenakku. Entah, saat aku mengerjakan soal dia sedang olah raga aku sempat melihatnya bermain basket. Dan itu semua telah membuat konsentrasiku kacau.
Semua yang terjadi padaku semua seperti hal yang impossible , dan tak akan mungkin terjadi.Tapi ini kenyataan , tak ada yang bisa memungkiri kisah cinta ini. Namun, ini kenyataan yang mungkin tak akan pernah terjadi lagi, ingin memutar waktu agar semua bisa diperbaiki.
Karya: STEVANY GRACIA DANDRA 7CHE
Link ke posting ini
sosok dibalik seorang ayah
18:27 | Author:

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Ayah menganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri

kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Ayah, atau Bapak kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


Artikel ini dari : www.wattpad.com
Link ke posting ini
Miss u Dear Stud
07:52 | Author:
Matahari di ufuk timur mulai beralih untuk tenggelam ke barat. Itu tandanya rombongan SMPN 25 Surabaya harus segera menuju bus untuk kembali ke kota asalnya. Hari ini benar-benar menyenangkan dan melelahkan bagi murid SMPN 25. Seharian menghabiskan waktu di pantai Pasir Putih.

Rasanya tidak enak bagi mereka mengingat sebentar lagi harus berpisah satu sama lain. Tapi ternyata, bukan hanya para murid yang tidak menginginkan perpisahan ini terjadi. Ada pula seorang guru yang merasa kehilangan juga. P.Rafi, begitu panggilannya. Umurnya memang masih muda untuk menjadi guru. Itulah yang membuat murid-murid menjadi mudah akrab dengannya. Ditambah beliau juga masih jomblo sehingga para murid tidak takut untuk mendekatinya.
Dari sekian banyak murid yang menghabiskan waktu di pantai dengannya, entah kenapa beliau lebih suka bersama Avel, gadis manis berkulit sawo matang ini. P.Rafi sepertinya menikmati sekali acara rekreasi itu. Karena beliau bisa sehari penuh bersama Avel. Tapi Avel hanya menganggap itu biasa saja. Ternyata sebaliknya, bagi P.Rafi itu benar-benar menyenangkan.
“Avel, pindah ke bus ku aja. Di sini lebih enak lo daripada di bis kamu.” teriak P.Rafi.
“Gak ah pak. Enak di sini, banyak temen-temenku.”
“Yah dasar! Kurang nih masihan.”
“Apanya pak yang kurang?” tanya Avel.
“Ngehabisin waktu bareng kamu. Hehe…” jawab P.Rafi sambil tertawa.
Avel menjadi bingung. Tidak biasanya P.Rafi seperti itu. Sedekat-dekatnya dengan murid, tidak pernah P.Rafi sedekat ini dengan Avel.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam ketika mereka sampai di Surabaya. Dengan masih mengantuk, Avel menuruni bus untuk segera pulang. Dia dijemput oleh Vino, pacarnya.
“Avel, aku di sini!” panggil Vino.
“Oke, tunggu aku.”
Dari sudut jalan lain,
“Avel, pulang bareng yuk.”
Setelah Avel menoleh, ternyata P.Rafi yang memanggilnya.
“Maaf pak, aku dijemput pacarku. Lain kali ajah ya pak. Met malam.”
“Lain kali kapan? Kamu kan udah nggak sekolah di SMPN 25 lagi. Ya udahlah. Hati-hati ya.” dengan perasaan kecewa, P.Rafi berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil sepedanya.
Sesampainyadi rumah, Avel tidak langsung tidur. Dia masih merenungi dan mengingat-ingat perkataan dan perbuatan P.Rafi seharian ini. Tepat setelah dia menyimpulkan semuanya, di HPnya tertuliskan ada panggilan dari P.Rafi. Dia pun segera mengangkat telepon itu.
“Malam. Ada apa pak?”
“Kamu belum tidur ta?”
“Belum. Tumben pak telepon aku?”
“Ehm, ku kangen nih sama kamu. Kamu kangen gak sama aku? Aku nggak bisa bayangin deh betapa besar rinduku kalau kamu benar-benar nggak ada di SMPN 25 lagi.” kata P.Rafi.
“Sampai segitunya pak?”
“Singkat banget responnya? Aku beneran bakal kangen berat ma kamu. Kamu nggak ta?”
Setelah P.Rafi selesai telepon, Avel benar-benar yakin dengan kesimpulannya. Bahwa P.Rafi kemungkinan ada perasaan kepadanya. Hanya saja dia tidak berani memastikan langsung. Dia pun juga tidak ingin Vino mengetahui hal ini. Dia memilih untuk diam saja dan tidak menanggapi.
***
Kalimat P.Rafi yang sampai SMA ini masih dia ingat,”Aku akan selalu merindukanmu. Kuharap kau pun juga, Avel. Aku tak kan pernah melupakan murid yang pernah sejenak berlarian dalam pikiranku dan mengaduk-aduk hatiku.”

~~~~~ SELESAI ~~~~~

By: Avel

Link ke posting ini
Ternyata memelihara sebuah hubungan itu lebih sulit daripada mencarinya, khususnya hubungan percintaan. Seperti itulah kehidupan di dunia ini.
aq pernah mengalaminya, walaupun masih dalam level pacaran. kata orang masa pacaran itu adalah masa diman kita berusaha saling mengerti satu sama lainnya. ternyata menyatukan 2 hal yang berbeda itu sangatlah sulit buangetz.
Dalam masa pacaran itu, aq 2 kali melakukan selingkuh dikarenakan hal yang sepele (ga dapet perhatian, red). sekarang aq baru mengerti, ternyata selingkuh itu sakit, ga enak buangetz. pertamanya sih enak aja, tetapi akhir-akhirnya ya..... seperti itu lah.
Akhirnya aq mulai mencoba untuk menjaga cinta yang sudah aq miliki dan aq dapatkan.
kebanyakan dari kita, bila sudah mendapatkan maka kita tidak pernah menjaganya. Tidak sedikit suatu hubungan, baik itu hubungan suami istri atau masih pacaran berakhir dengan perceraian ato putus ( apalagi seng suka gonta-ganti pacar ).
maka dari itu, dari sedikit pengalaman q di masa pacaran ini, aq mo kasi pelajaran yang telah aq dapatkan. Jaga dan rawatlah hubungan yang telah kalian semua dapet dan miliki. karena kebahagiaan itu akan kita dapet kalo kita bisa menjadi satu dari 2 hal yang berbeda itu tadi.

Link ke posting ini